![]() |
| Dialog Hati |
Ketika kumelamun,
pikiranku seperti slide, tampak bergantian potret-potret kenangan bersamamu,
tawamu yang renyah, candamu yang manja, dan semua keadaan yang selalu saja
kuputar tak henti-hentinya di memori otakku.
Ketika kumemejamkan
mata, serasa tubuhku hilang,tergambar jelas di hatiku akan kesalahan-kesalahan
yang fatal aku lakukan. Sebuah kesalahan terhadap orang-orang yang menyayangiku,
yang mencintaiku, hingga aku lebih sering melaknat diri menyumpah serapah.
Ketika kuberjalan
mengendarai sepeda motor, sekencang itulah pikiranku meliputi kalut, berbalut
kemelut kepada sebuah keadaan yang selalu saja tak menentramkan ini. Tapi aku
tahu dan kumenyadari bahwa semuanya adalah kesalahan aku sendiri.
Ketika aku
berbicara bahkan dengan lantang sekalipun telingaku seakan tuli tak terdengar
lagi segudang aksara yang memuncrat di mulutku, serupa tuna rungu.seakan
semuanya hampa yang ada hanya bagaimana aku bisa mendengarkan rayuan suaramu
lewat semilir angin sekalipun.
Bahkan disaat
sepi begini, aktifitas hatiku riuh sungguh penuh dialogis.tak ada yang lain
yang membuat riuh hati ini melainkan adalah bagaimana aku mencintaimu dengan
cara yang lain yang terhormat dan terpuji tanpa menyakiti siapapun bahkan
dirimu sendiri.

setiap perjalanan itu harus dilalui
ReplyDeletebukan untuk di hindari
pa lage disetiap perjalanan pasti ada masalah gag da yang mulus
semua harus dihadapi
jngan lari masalah anda
saiia tau anda hebat
buktikan itu