Ya Allah..!!! naikkanlah Trafficku...

Sunday, March 17, 2013

De sayang Dy

Catatan Harian
Ada gurat penyesalan di hati De.. waktu terus bertalu melalui perjalanan kehidupan ini hingga seolah  tiada menemui rentang yang menjadi penanda bahwa masa itu harus segera dimulai, ya..masa perubahan yang harus dan mau tidak mau dia lakukan demi kemanusiaan dan tanggung jawabnya. Setelah sekian waktu, lagi-lagi de terjebak oleh perasaannya, atau lebih tepat, terjebak oleh keinginan yang sebenarnya menjadi hasrat. Tapi kali ini, de sudah terlalu jauh, jauh dan jauh terperosok ke lembah itu.

Pagi ini...de terbangun dengan sepuing penyesalan yang selalu saja datang belakangan seiring keadaan yang menertawainya.menertawai kebodohan yang acap kali menghantuinya ketika dia sedang bersusah payah menggunakan logika diatas intuisi dan perasaan yang sering kali menjadi boomerang mematikan dalam hidupnya.

Kita tidak harus dan boleh melayani perasaan kita sampai sejauh ini Dy..Dy harus mengerti, Dy itu sayangkan sama De”..kerap kali kata-kata itu keluar dari mulut de, ketika dia merasa telah membuat sebuah kesalahan yang fatal, namun..penyesalan bagi de bagai orang siuman yang telah lama pingsan dari kealfaan yang sebenarnya dia mengerti akan kealfaan itu, dia sadar akan kealfaan itu namun bagaimana mungkin, de dan Dy terjebak dalam Cinta yang membutakan segalanya, mematikan rasional,menghidupkan intuisi, irrasional bahkan lebih tepatnya lebih kepada hasrat dan keinginan untuk saling memiliki sepenuhnya...

Tidak...!!! untuk kali ini aku harus tegas pada perasaanku dan aku harus tegas dan tega dengan dia, ini juga demi kebaikan dia..” Tekad de dalam hati. Pagi ini, aliran sungai dihantam bebatuan bagai musikalitas alam yang harmonis, bersama hembusan udara yang  menyejukkan, pepohonan tegak gagah berdiri laksana pangeran alam yang tengah bersiap mempertononkan keindahan Ciptaan Tuhan seharian ini.

De tak peduli dengan pertunjukan Alam kali ini, dia lebih memusatkan perhatiannya kepada pikirannya yang sedang kalut, selaksa rasa bercampur baur didalamnya, dia ingin teriak berontak, tapi seperti semuanya mencair ketika memandangi alis Dy...segurat alis itulah yang menjadikan de tertawan hingga rasional menjadi barang rongsokan yang tiada harganya bagi de.

Pertama kali mengenal Dy ketika mereka bersama dalam sebuah kegiatan sosial,de adalah seorang  aktifis sosial, beraktivitas  bagi de adalah gerakan yang menghidupkan nurani, menajamkan hati dan empati kepada segala sesuatu yang terkadang tidak memihak, apalagi bagi kaum kecil, proletar, keadilan serupa barang mahal bagi mereka, apalagi bagi Bangsa ini, keadilan dipecundangi kaum culas kalangan aristokrat, birokrat kapitalis yang mampu membeli pasal dengan harga berapa pun, ya..elegi bagi Kaum tertindas. De hadir, memenuhi panggilan itu, sosoknya menjadi inspirai bagi adik-adik junior nya terutama Dy.

Awalnya kekaguman Dy pada seorang de alami natural layaknya kekaguman seorang adik kepada sang abang, sosok de yang begitu menginspiratif, penuh dengan kewibawaan dan kedewasan itu lama kelamaan mengubah rasa yang biasa tadi berubah menjadi begitu tak biasa.

bang...salah ga...jika ada seseorang, yang menyukai seorang pria tapi pria tersebut sudah ada yang memiliki...?”  pada suatu saat, sms di hp de berdering, “Dinda cinta ga pernah salah, namun perasaan kita dalam menanggapi cinta tersebut selalu berada pada tempat yang salah..cinta itu universal, selalu saja suci dan tak akan terkontaminasi, namun pemikiran, sikap dan tindakan kita lah yang selalu salah dalam menanggapi cinta tersebut.letakkanlah cinta tersebut pada sewajarnya dan ditempat yang sewajarnya.” Begitu bijaksana balasan sms de pada Dy, namun De tak menyadari bahwa sesungguhnya Dy telah menyatakan itu kepadanya, bahwa yang disukainya adalah De, dan yang menyukai itu adalah Dy.

“nih ada buku bagus Dy...menurut abang...untuk dy yaaa...ntar kalau udah selesai baca presentasikan sama abang yaaaa..”suatu saat Dee mampir ke rumahnya memberikan sebuah buku kepada Dy, ternyata, de pun tidak pernah memungkiri perasaannya ternyata didalam sanubarinya juga merasakan hal yang sama, ada rasa simpatik , kekaguman seorang abang kepada adiknya. Ya, seorang adik yang periang, penuh ketulusan, keinginan untuk berproses memaknai kehidupan dan kebenaran membuat De tertarik dengannya.

Dy adalah adik semester didalam perkuliahan de. Dy menjadi teman diskusi De, mereka selalu berdiskusi tentang segala hal, tentang kehidupan, ke Tuhanan, kondisi-kondisi sosial dan sebagainya. mereka selalu berdiskusi dimanapun, di jalan, di bawah Pohon nan rindang, di rerumputan, setiap kali mereka bertemu, tak lain dan tak bukan adalah membahas tema diskusi.

Mereka memiliki hoby yang sama, Membaca. Duduk diperpustakaan berjam-jam adalah kegemaran mereka, terkadang mereka berdebat, tentang sesuatu hal, de dengan argument-argument ilmiahnya, Dy dengan bantahan-bantahan logisnya, mereka seakan dua insan yang saling melengkapi.memiliki keistimewan-keistimewan yang berbeda satusama lain.

Seiring berjalannya waktu.perasaan yang tak biasa itu kian tumbuh dan berkembang dihati mereka. Hingga sampai di suatu ketika

Bang ngerasa ada sesuatu yang tidak benar di hati ini Dy...tapi ini tidak boleh, bang telah mengkhianati persahabatan kita..”  De menatap alis indah Dy dengan penuh kesenduan “kenapa bang, apa yang salah? Dy merasa penasaran. “ abang suka sama Dy bukan hanya sebatas sewajarnya, kini rasa itu teah melampaui batas normal, maafkan bang” De tertunduk membisu lalu melanjutkan kembali “bang sadar, dan harus membuang jauh-jauh perasaan ini, perasaan ini tidak benar dan keliru abang...Dy menyela pembicaraan De..” bukan kah bang bilang perasaan itu tidak pernah salah, biarkan saja mengalir apa adanya??Dy ngerti bang...jauh sebelum abang ucapin ini, Dy telah terlalu lama menahan perasaan ini..Dy sayang abang, DY suka sama bang melebihi apapun didalam diri Dy... (matanya berbinar-binar ada bendungan tampak dikelopak mata Dy menahan tangisan yang nyaris ngarak ke pipi)..”Dy...(De menatap penuh haru)...benarkah itu...? Dy mengangguk saja tanpa berucap sedikitpun..ahhh....Biarlah mengalir apa adanya....Tuhan kan menunjukkan kalau perasaan ini benar adanya...


*******

1 comment: