Semilir angin
seperti sedang merayu hatiku saat ini. Saat
semuanya tengah berada pada titik-titik membingungkan.titik-titik pikiran yang
acap kali bercabang-cabang. Angin itu terus saja membisikku untuk selalu tidak memikirkan
hal itu. Angin itu selalu saja mengajakku terus terlena tanpa memikirkan hal
ini. Hingga sampai saat ini, sang angin masih saja bersikeras untuk membujukku.
Aku bersikukuh untuk tetap pada konsentrasi pikiranku.
Betapa tidak, sudah berapa kurun waktu terus terlewati hingga hari ini adalah
sebuah keharusan bagiku untuk terus memikirkannya. Aku memikirkan tentang suatu
hal, dan hal itu adalah tentang kehidupan dan makna aku hidup serta orang-orang
yang telah membuat aku hidup sampai saat ini.
adakalany apa yang dibisikkan semilir angin itu salah
ReplyDeletetapi adakalanya benar
tapi,,,,,,,,,,,,,,,
unuk lebih menenagkan hati kamu
coba kamu tutup mata kamu,rasakan semilir angin itu
dan dengarka apa yang ada dihati kamu ketika semilir angin itu sedang berbisik marayu mu